5 Alasan Mengapa Dilarang Menjadi Graphic designer

Salam hangat dan salam sejahtera untuk teman teman yang disana yang tetap menjaga semangat nya untuk terus berjuang, tetap semangat menggapai apa yang selama ini kalian impikan.

Kali ini corelmatter ingin sedikit membagikan Artikel.
Mengapa kalian dilarang menjadi seorang Graphic designer.

Mungkin judul ini sedikit aneh karena biasanya corelmatter memberikan tutorial ataupun pengalaman yang bertujuan meng-inspiratif, kali ini kami akan membahas pengalaman berbeda di banding artikel artikel lainnya.

ok langsung saja corelmatter akan mengulas kenapa mengapa kalian di larang menjadi designer ;




1.Graphic designer hanya untuk orang kaya 

Tools yang mahal

yap bener banget, sebelum kalian berfikir menjadi designer kalian harus memikirkan tools tool yang harus di beli untuk mendukung proses sebagai Graphic designer.
di mulai dari komputer yang harus memiliki ram tinggi, di tambah kebutuhan VGA untuk memproses di software software pendukung seperti PSD.
Ketika kalian lebih menyukai Illustrasi gambar maka kalian butuh wacomm sebagai tools tambahan untuk mengambar digital .


Spec minimum komputer graphic designer

Prosesor Minimum Core I3
Ram Minimum 2GB
VGA Min 2 GB untuk meng optimalkan program yang memerlukan rendering.
*Mengacu kepada standar kebutuhan instalasi minimum software *


Sofware design yang relatif mahal

Silahkan check di situs resmi software software pendukung graphoc designer maka kalian akan melihat harga software yang cukup mahal 


Harga Software coreldraw adalah US $602
Jika di kali dengan kurs hari ini Rp. 14.000,- x $602 berarti harga software ini 8.428.000,-

 
Harga Software Photoshop adalah US $20.99 / MO.

Jadi sudah jelas ini masuk dalam kategori mahal.

2.Sekolah graphic designer yang mahal

ya bukan rahasia perguruan tinggi di indonesia masih tergolong mahal apalagi jika perguruan tinggi swasta,di tambah Jurusan DKV memerlukan tools untuk melaksanakan tugas yang di berikan oleh pihak kampus.
seperti camera, alat alat gambar. alat melukis, kertas gambar , dll adalah hal wajib yang harus di beli karena merupakan tugas selama proses belajar di kampus yang jurusan DKV.

sumber : aturduit.com

Di beberapa perguruan tinggi paada tahun ini Kampus dengan jurusan DKV menjadi salah satu primadona, di buktikan dari munculnya jurusan DKV di beberapa kampus, yang sebelumnya jurusan DKV tidak ada dalam list di jurusan kampus tersebut.
 

3.Kalo udah lulus mau jadi apa?

Mungkin itu pertanyaan klasik yang biasa terlontar mau jadi apa? karena belum trend nya pekerjaan graphic designer di mata masyarakan umum maka dari itu banyak muncul pertanyaan aneh menanggapi profesi sebagai graphic designer.

itu pun kalo kuliahnya lulus. dengan banyak nya rintangan tugas yang menghadang, banyak mahasiswa Di jurusan DKV tumbang... dengan alasan jenuh atau entah apa alasannya.

4.Graphic designer susah cari uang

Mungkin ini pembahasan yang agak sedikit penting.
statement di atas bisa jadi  benar dan bisa jadi salahm, kadang beberapa graphic designer dengan skill mumpuni terbentur dengan minimnya job atau bisa jadi susahnya mencari kesempatan kerja.

5.Pandangan Masyarakat negatif terhadap Graphic designer

Sekali lagi masalah ini muncul karena memang kurang nya informasi kepada masyarakat graphic designer itu suatu pekerjaan.
kalangan masyarakat tertentu masih mengganggap bahwa pekerjaan itu ya PNS atau Pegawai Bank atau apalah  yang memang memakai seragam kantor berangkat pagi dan pulang sore, sedangkan designer yang mengandalkan mood jika mengerjakan sesuatu maka waktu kerja tidak bisa di pastikan, bisa jadi kerja malam saja dan siang hanya tidur. itu menumbuhkan stigma negatif dan mengganggap seorang graphic designer males malesan, padahal sebenarnya sebaliknya.

Oke nah itu lah alasan mengapa kalian 
Dilarang jadi graphic designer 
versi corelmatter.com 

walaupun 5 hal yang di tulis di atas sedikit terkesan negatif, untuk teman teman yang sedang belajar di bidang graphic designer. 
kalian harus tetap berfikir positif, karena 5 hal tersebut belum tentu memang terjadi pada kalian.
maka dari itu kami akan membagikan tips atau solusi dari 5 hal yang sudah di ulas di atas.
5 hal yang kami tulis di atas berdasarkan pengalaman yang kami rasa sendiri, jadi kami juga akan membagikan tips yang memang berdasasarkan pengalaman kami sendiri

Tips corelmatter untuk permasalahan Graphic designer

1.Siapapun bisa menjadi Gaphic designer

Semua orang bisa jadi graphic design apapun latar belakang ekonominya.
yang membedakan adalah mau atau tidak nya orang itu mencari solusi atas permasalahan yang muncul.
contoh : untuk masalah komputer, kalian tidak harus memiliki spec yang seperti di jelaskan di atas. pada awal saya memulai belajar corel draw saya menggunakan spek komputer pentium 4 dan ram 512 tanpa VGA dan itu tetap bisa berjalan dengan menginstal corel draw x3 portable.
jadi permasalahan itu muncul karena memang di permasalahkan. ketika kita fokus kepada penyelesaian masalah, maka solusi itu akan ada.

tools yang mahal ; tapi untuk awal awal belajar kalian hanya butuh komputer sebagai dasar peng operasionalan softwarel. 

software yang mahal ; sudah jadi rahasia umum banyak designer yang menggunakan software bajakan atau di unduh dari internet tanpa harus membeli.
memang salah memakai produk bajakan, tapi apa boleh buat. jika harus membeli software asli maka itu akan jadi beban yang sangat bera pada tahap tahap belajar design.
jadi sementara kalian bisa pakai produk bajakan sebagai proses belajar awal, tapi jika suatu hari kalian sukses dan sudah memiliki penghasilan lebih, apa salahnya membeli software asli sebagai wujud apresiasi kalin terhadap software yang membantu kalian medapatkan pengasilan.

jadi pada akhirnya akan ada pembeda antara orang yang mau belajar dan hanya coba coba dibidang design.
orang yang ber keinginan kuat akan berusaha semaksimal mungkin mencari cara untuk tetap bisa belajar, bahkan pada saat saya dulu belum memiliki PC sendiri saya sempat menggunakan komputer warnet yang saya install sendiri dengan corel portable jadi setiap minggu hanyya beberapa jam saja belajar.
tapi karena  saya terus sungguh sungguh berusaha akhirnya design saya laku dan bisa beli komputer sendiri.

pertanyaannya adalah apa harus menunggu tools yang bagus untuk belajar design?
bagi saya tidak. di mana ada keinginan disitu ada jalan.


2.Sekolah graphic designer dimana saja

Saya sarankan jika memang ada kesempatan dan biaya yang memungkin untuk sekolah design kenapa tidak?
tapi jika memang tidak memungkinkan untuk kuliah , kenapa harus mengubur cita cita sebagai Graphic designer?

dengan fasilitas belajar yang sangat banyak dari internet kalian tetap bisa belajar mengenai graphic design.

- Membaca tutorial web
Banyak situs yang mengulas mengenai graphic designer yang isisnya article ataupun tutorial, kalian bisa memanfaatkannya untuk belajar.

- Melihat Tutorial YOUTUBE
di situs youtube banyak sekali tutorial design dari mulai basic tutorial, pro tutorial, peng operasian  software design.

Di internet banyak sekali hal hal yang bermanfaat. internet  banyak mem fasilitasi untuk mendukung proses belajar design. tinggal kita yang memilih akan memanfaatkan internet sebagai proses belajar atau hanya senang senang dan buang waktu membuka web web hiburan.

banyak sekali video yang sangat bermanfaat dalam proses belajar graphic designer.
tutorial video sangat ampuh untuk belajar, karena kita akan di suguhkan tayangan yang memang kita ingin pelajari.
hanya pertanyaannya sama : Mau atau tidak kita belajar dengan serius. 

-Bergabung dengan komunitas
Bertemu kawan yang 1 passion pada bidang design akan membuat kalian lebih mudah dalam belajar. karena biasa nya di komunitas kalian akan bertemu orang orang yang dengan senang hati membantu kalian belajar.
 

3.Kalo udah lulus mau jadi apa?

Jadi apa aja. yang penting bermanfaat untuk diri sendiri dan orang banyak.
jika memang kuliah itu tidak penting, kenapa sampai detik ini masih bayak orang yang ingin kuliah design. masalah nanti lulus mau jadi apa, itu urusan nanti.
karena berproses lebih penting.
hasil selalu mengacu kepada proses, jika prosesnya kita lakukan dengan sebaik-baiknya, yakin kan hasil akan juga akan baik.
maka nikmati prosesnya, maksimalkan kerjanya. maka hasil baik jaminannya.

4.Graphic designer susah cari uang

Saya tidak bosan untuk mengatakan
' DIMANA ADA KEMAUAN DI SITU ADA JALAN' 
Walaupun beberapa graphic designer tidak mengenyam pendikikan buktinya banyak graphic designer yang mendapatkan penghasilan fantastik dari hasil mendesign.
beberapa designer mendapatkan banyak menhasilan dari
- Logo kompetisi
- Menjual Vector 
- Mengikuti situs Crowd funding untuk mendapatkan pekerjaan design
dan banyak lagi.

'Apapun akan sulit jika tidak di kerjakan, dan akan mudah jika di lakukan dan ditekuni'

5.Pandangan Masyarakat negatif terhadap Graphic designer

Jika hal tersebut muncul, maka biarkalah.kita tidak akan bisa mengatur apa yang akan orang akan lakukan kepada kita, tapi kita bisa memilih apa yang akan kita lakukan terhadap orang lain. maka terus berbuat baik akan lebih bijak di banding kita mengharapkan orang berbuat baik kepada kita.

karena kadang orang tidak akan peduli dengan proses yang kita lalui. apapun pekerjaan kita.
orang tidak akan peduli dengan apa yang kita kerjakan.  orang akan tutup mata pada proses pahit kita mewujudkan apa yang kita inginkan. maka jadikanlah hal negatif sebagai amunisi semangat agar kita terus kuat dan semangat mewujudkan apa yang kita impikan sampai suatu saat orang orang akan melihat hasil dari apa yang meraka anggap negatif.
yakinkan suatu hari kita akan tersenyum membayar rasa pahit yang terlampaui

'Banyak orang menginginkan hal hal besar tanpa mau melewati proses proses pahitnya'

'Untuk mendapatkan hal besar, butuh proses dan pengorbanan yang besar'

'Kesuksesan itu tidak memilih, tapi kita yang memilih kesuksesan tersebut'

hal hal yang kami tulis semua berdasarkan pengalaman kami sendiri, jadi bisa jadi ada hal yang tidak cocok dengan kehidupan kalian.

jika ada pertanyaan kalian bisa menulis di kolom komentar.
terimakasih banyak 
Semoga artikel di atas bermanfaat untuk teman.

salam hangat
corelmatter
2018

No comments: